GENERAL ENQUIRIES:   (021) 5055 6668   |  ADMISSIONS ENQUIRIES:   0889 2578 113 (whatsapp only)
Tzu Chi Secondary School

Curriculum / Kurikulum

  • Tzu Chi Secondary School is composed of grades 7-12.
  • Students in grades 7-10 follow the International Baccalaureate Middle Years Program (MYP) which encourages students to make practical connections between their studies and the real world.
  • Students in grades 11-12 follow the International Baccalaureate Diploma Program (DP) which is a highly respected and valued pathway for entry to universities worldwide.
  • All students are also prepared for the Indonesian National examinations (UN) at the end of grade 9 and grade 12.
  • Tzu Chi Secondary School adalah dari jenjang kelas 7 – 12.
  • Siswa – siswi di kelas 7 – 10 mengikuti program IB MYP yang bertujuan untuk mendukung siswa – siswi menghubungkan pengalaman belajar mereka dengan dunia nyata secara praktis.
  • Siswa – siswi di kelas 11 – 12 mengikuti program IB DP yang merupakan salah satu program unggulan dengan reputasi baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas di seluruh dunia.
  • Semua siswa – siswi Tzu Chi juga harus mengikuti Ujian Nasional seperti yang ditetapkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia di akhir jenjang SMP (kelas 9) dan akhir jenjang SMA (kelas 12).

International Baccalaureate Middle Years Program (MYP)
Curriculum Outline

The MYP curriculum is designed for students in Grades 7-10 to develop excellent learning skills and habits, whilst developing self-confidence and a thorough understanding of their academic subjects.

The MYP aims to develop active learners and internationally minded young people who can empathize with others and pursue lives of purpose and meaning. The programme empowers students to inquire into a wide range of issues and ideas of significance locally, nationally and globally. The result is young people who are creative, critical and reflective thinkers.

Students study the core subjects of Maths, Science and Languages as well as a wide range of subjects such as History, Geography, Design, Computers, Art, PE. They will also complete a research project (Personal Project) in Grade 10 and carry out service projects within the community.

Research shows that students participating in the MYP:

  • Build confidence in managing their own learning
  • Learn by doing, connecting the classroom to the larger world
  • Outperform non-IB students in critical academic skills
  • Consistently have greater success in IB Diploma Programme examinations
  • Thrive in positive school cultures where they are engaged and motivated to excel
  • Develop an understanding of global challenges and a commitment to act as responsible citizens.

Ringkasan Kurikulum IB MYP

Kurikulum IB MYP adalah dirancang bagi siswa – siswi kelas 7 – 10 guna meningkatkan keterampilan dan kebiasaan belajar yang baik, serta membangun kepercayaan diri dan pemahaman yang mendalam terhadap pelajaran mereka.

MYP bertujuan untuk membangun pembelajar yang aktif dan pemuda – pemudi yang berwawasan internasional. Kami juga ingin mereka dapat berempati dengan orang lain serta memiliki hidup yang bermakna dan bertujuan. Program ini memastikan siswa – siswi dapat bertanya dan berdiskusi mengenai berbagai topik dan persoalan yang berkaitan dalam konteks lokal, nasional dan global. Mereka akan menjadi pemikir yang kreatif, kritis dan reflektif.

Para siswa mempelajari pelajaran seperti Matematika, IPA dan Bahasa (Indonesia, English dan Chinese) serta Ilmu Sosial, Design, Computer, Visual Arts dan Olahraga. Mereka juga akan melakukan tugas penelitian (Personal Project) di kelas 10 dan melakukan tugas pelayanan di komunitas.

Penelitian menunjukkan bahwa siswa – siswi yang belajar di program MYP menunjukkan kualitas sebagai berikut:

  • Lebih percaya diri dalam mengatur pembelajaran mereka sendiri.
  • Belajar melalui mengerjakan dan menghubungkan pelajaran dengan situasi nyata dunia.
  • Lebih unggul dari siswa – siswi non IB dalam kemampuan akademik.
  • Secara konsisten lebih sukses dalam ujian IB Diploma Programme.
  • Berkembang dan bertumbuh dalam budaya sekolah yang positif dimana mereka terlibat dan termotivasi untuk berprestasi.
  • Membangun pemahaman terhadap tantangan global dan berkomitmen untuk mengambil tindakan nyata sebagai warga dunia yang bertanggungjawab.

International Baccalaureate Diploma Program (DP)
Curriculum Outline

The IB Diploma programme is designed for students in Grades 11 – 12 who will be entering university. The programme aims to develop students who have excellent breadth and depth of knowledge - students who flourish physically, intellectually, emotionally and ethically.

Students study six subjects that can be chosen from six subject groups in addition to the core elements of:

  • Theory of Knowledge Course – requires students to reflect on the nature of knowledge, and on how we know what we claim to know.
  • Extended Essay – an independent, self-directed piece of research, finishing with a 4,000-word essay.
  • Creativity, Activity and Service – involves students in a range of creative, health and service activities alongside their academic studies.

The IB Diploma is one of the most highly regarded programmes in the world and successful students have gained entry to prestigious universities. For example, Oxford, Cambridge and the Russell Group in the United Kingdom, Ivy League in the United States, University of Sydney and Melbourne in Australia and University of Indonesia.

For more information on the IB Diploma programme go here: http://ibo.org/programmes/diploma-programme/

RINGKASAN KURIKULUM DP

Program IB DP dirancang untuk siswa – siswi kelas 11 dan 12 yang akan melanjutkan ke jenjang universitas. Program ini bertujuan untuk membangun siswa – siswi yang memiliki pengetahuan yang luas dan mendalam, dimana para siswa akan berkembang secara fisik, intelektual, emosi dan etika.

Siswa – siswi belajar 6 pelajaran yang dapat dipilih dari 6 kelompok mata pelajaran dengan pelajaran tambahan sebagai berikut:

  • Theory of Knowledge Course – siswa/i belajar untuk merefleksikan sumber dari pengetahuan dan bagaimana kita mengetahui sesuatu yang kite pelajari
  • Extended Essay – sebuah karya tulis yang dikerjakan secara mandiri, berdasarkan penelitian dan memiliki kurang lebih 4000 kata.
  • Creativity, Activity and Service – melibatkan para siswa dalam serangkaian kegiatan yang kreatif, berkaitan dengan kesehatan dan pelayanan seiring dengan pembelajaran akademik mereka.

IB Diploma adalah salah satu program yang paling diunggulkan di dunia dan para siswa banyak yang telah berhasil masuk ke universitas bergengsi, misalnya: Oxford, Cambridge, Russell Group di Inggris, Ivy League di Amerika, University of Sydney dan Melbourne di Australia dan Universitas Indonesia.

Untuk informasi lebih jelas mengenai IB Diploma Programme, Anda dapat mendapatkan informasinya di link ini: http://ibo.org/programmes/diploma-programme/

Ren Wen Curriculum Outline / RINGKASAN KURIKULUM BUDAYA HUMANIS TZU CHI

Ren Wen activities and education will remain a central part of our learning. Students will have a timetabled lesson in which they will follow the Foundation designed curriculum.

The Ren Wen curriculum will be enhanced by teachers drawing upon Ren Wen ideas in their lessons and planning and during the Personal, Social, Health and Careers Education (PSHCE) programme.

Kegiatan dan pendidikan budaya humanis akan menjadi pusat dari proses pembelajaran ini. Para siswa akan memiliki jadwal pembelajaran khusus dan kurikulum ini dirancang oleh Yayasan Buddha Tzu Chi.

Kurikulum Budaya Humanis akan dikembangkan oleh para guru melalui program pembelajaran kami yang berfokus pada pendidikan personal, social, kesehatan dan karir.

Indonesian National Curriculum (UN) / Kurikulum Nasional Indonesia

All Indonesian students are required to sit the national exams (UN) at the end of grades 9 and 12 ages. This is one of the admission requirements for entry into Indonesian universities, however, it should be noted that many Indonesian universities do allow admission based on the IB Diploma.

The IB curriculum will be adapted to include the essential topics from the UN curriculum. Additionally, the religious instruction required under the UN arrangements will be offered to students as an after-school activity.

Seluruh peserta didik di Indonesia harus mengikuti Ujian Nasional di akhir kelas 9 dan 12. Ini membuka pilihan jika siswa – siswi hendak melanjutkan pendidikan di universitas di Indonesia, walaupun beberapa universitas / perguruan tinggi di Indonesia juga dapat menerima siswa/i berdasarkan IB Diploma.

Kurikulum IB akan disesuaikan untuk mencakup topik – topik penting dari kurikulum nasional. Sebagai tambahan, Sekolah Tzu Chi juga menyediakan pendidikan agama dalam Bahasa Indonesia sesuai dengan agama siswa/ I masing – masing sesuai dengan ketentuan nasional.

Community Service / PELAYANAN MASYARAKAT

All students engage in regular Service activities, which form an important element of learning. There are seven key Learning Outcomes of service (taken from the IB Diploma Programme CAS Guide). These Learning Outcomes form the reasoning and practice behind our service education.

  • Identify their own strengths and develop areas for growth.
  • Demonstrate that challenges have been undertaken, developing new skills in the process.
  • Demonstrate how to initiate and plan a CAS (service) experience.
  • Show commitment to and perseverance in CAS (service) experiences.
  • Demonstrate the skills and recognize the benefits of working collaboratively.
  • Demonstrate engagement with issues of global significance.
  • Recognize and consider the ethics of choices and actions.

Seluruh siswa ikut serta dalam pendidikan pelayanan yang merupakan bentuk penting dari elemen pembelajaran. Ada 7 hasil pembelajaran pelayanan yang ingin dicapai (dari panduan CAS IB Diploma Programme). Hasil pembelajaran ini membentuk kemampuan untuk berpikir kritis dan praktek nyata dari pendidikan kami.

  • Mengidentifikasi dan mengembangkan kemampuan mereka.
  • Menunjukkan keinginan untuk mencoba tantangan baru, membangun keterampilan baru dalam prosesnya.
  • Menunjukkan kemampuan untuk memulai dan merencanakan kegiatan CAS.
  • Menunjukkan komitmen dan ketahanan dalam pengalaman CAS.
  • Menunjukkan keterampilan dan memahami keuntungan bekerjasama.
  • Menunjukkan keterlibatan dengan topik – topik yang berkaitan dalam konteks global.
  • Menyadari dan mempertimbangkan konsekuensi etik dari pilihan dan tindakan.