Sejarah

English中文

Pendiri Yayasan Buddha Tzu Chi, Master Cheng Yen adalah seorang biksuni yang berprinsip untuk mengembangkan welas asih, belas kasih, sukacita, dan sikap memberi tanpa pamrih. Dengan tekad untuk membebaskan semua makhluk dari lautan penderitaan, maka pada tahun 1966 beliau mulai menjalankan misi mulia, mendirikan sebuah badan amal untuk menolong sesama manusia.

Dengan berprinsip pada ketulusan, kebenaran, keyakinan, dan kejujuran, Master Cheng Yen mulai mengumpulkan dana amal. Semua hasil sumbangan donatur waktu itu, sepenuhnya digunakan untuk kegiatan amal kemanusiaan. Ajaran Buddha ibarat petunjuk jalan bagi sekumpulan insan Tzu Chi ini. Dengan sepenuh hati mereka merealisasikan Dharma dan mempraktikkannya dalam tindakan nyata. Dari waktu ke waktu, badan amal kemanusiaan ini semakin dikenal dan jumlah anggotanya bertambah banyak. Mulai dari kalangan masyarakat ekonomi menengah ke atas, para professional, hingga masyarakat umum, mengenal dan antusias membantu kegiatan Tzu Chi.

Master Cheng Yen menyadari bahwa orang yang mampu secara ekonomi memerlukan ladang berkah untuk beramal, sementara kaum papa memerlukan bantuan dalam hal ekonomi. Keduanya saling membutuhkan. Dengan menyadari prinsip “Dengan welas asih dapat menyelamatkan dunia” maka beliau mewujudkannya dalam tindakan nyata, menggalang insan berhati mulia, dan mendirikan sebuah wadah untuk pelatihan batin bersama.

Dalam menjalankan misi amalnya, insan Tzu Chi tidak pernah membedakan antara satu dan lainnya. Selangkah demi selangkah, kini 50 tahun telah berlalu. Bermula dari misi amal kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, budaya kemanusiaan, bantuan bencana internasional, donor sumsum tulang, kegiatan pelestarian lingkungan, hingga relawan komunitas. Ibarat satu langkah dengan delapan jejak, cinta kasih telah berkembang melintasi samudera, menjadi dunia Tzu Chi.